(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
ts6dr. #Repost from @widiyahusein
・・・
• Masyarakat mengikat kita dengan atura

#Repost from @widiyahusein ・・・ • Masyarakat mengikat kita dengan aturan dan hukum, dan memaksa kita untuk hidup sesuai dengan ukurannya. Hal itu telah mencekik leher kita, ketika kita lahir. Apakah kita punya pilihan? Tidak! Kebebasan adalah ilusi yang dibuat manusia, supaya hidupnya tertanggungkan. Sejatinya, kita dicekik, dipaksa, dan diikat oleh aturan pada detik pertama, ketika kita menghirup udara. Inilah kutukan setiap manusia. Masyarakat selalu siap menilai kita. Mulai dari cara kita berpakaian, cara kita berbicara, sampai cara kita kencing, semua ada di bawah penilaian masyarakat. Ketika kita gagal atau jelek dalam melakukan sesuatu, masyarakat siap memberikan penilaian buruk, yang akhirnya juga merusak cara kita memandang diri kita sendiri. Akhirnya, kita hidup dalam bayang-bayang jelek yang dibuat oleh masyarakat. Dan sedihnya, kita justru mempercayai bayang-bayang itu. Masyarakat, jelas, membunuh otentisitas. Masyarakat membuat kita menjadi manusia palsu. Masyarakat membuat kita menipu diri kita terus-menerus, supaya bisa sesuai dengan aturan yang dibuatnya. Masyarakat, jika kita biarkan, akan menjadi penjajah yang paling brutal, dan baru bisa berhenti, ketika kita mati, atau masuk rumah sakit jiwa. Masyarakat membuat kita terus menerus hidup dalam rasa takut. Apakah kita bisa hidup bahagia nantinya? Apakah kita bisa dapat pekerjaan yang layak? Apakah kita bisa membangun keluarga yang sesuai dengan standar dan aturan masyarakat? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang mencekik kita. Akhirnya, kita dipaksa terus menerus untuk hidup dalam kepalsuan, kebohongan dan ketakutan. Maka, kita harus melampaui masyarakat. Kita harus melampaui penipuan-penipuan yang kita buat untuk diri kita sendiri. Kita perlu menengok ke dalam diri kita sendiri, untuk menemukan kesejatian. Paradoksnya, ketika kita asli dan bebas dengan diri kita sendiri, kita justru lebih bisa secara bebas mencintai orang lain, bukan karena rasa takut atau keterpaksaan. Musuh utama pencarian keaslian diri kita adalah rasa takut dari tekanan masyarakat. Jika kita mau tetap asli dengan diri kita, maka; kita harus melawan! #hoax

Share 0 0
angelinafebiola. Huuuu🤔🤔🤔
.
.
.
#hoax #likeapp

Huuuu🤔🤔🤔 . . . #hoax #likeapp

Share 11 0
Advertisement
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
b_vaporizer_. Reposted from @apvi.official (@get_regrann) -  Banyak orang yang tidak

Reposted from @apvi.official (@get_regrann) - Banyak orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang Vape. Inilah yang membuat orang-orang mudah percaya terhadap #hoax . . . Lewat postingan ini, selain ingin menyadarkan teman-teman kita yang mudah percaya hoax, kami juga ingin mengajak teman-teman vaper untuk serajin mungkin memberikan edukasi terhadap masyarakat, terutama awam . . Dengan seringnya kita berbagi ilmu tentang kebaikan vape, tentunya akan sangat berpengaruh baik bagi Vape Scene di Indonesia! . . . Ayo bersama kita menjadi #dutavaper . . . . #APVI - #regrann

Share 7 0
tfvapor. Reposted from @apvi.official (@get_regrann) -  Banyak orang yang tidak

Reposted from @apvi.official (@get_regrann) - Banyak orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang Vape. Inilah yang membuat orang-orang mudah percaya terhadap #hoax . . . Lewat postingan ini, selain ingin menyadarkan teman-teman kita yang mudah percaya hoax, kami juga ingin mengajak teman-teman vaper untuk serajin mungkin memberikan edukasi terhadap masyarakat, terutama awam . . Dengan seringnya kita berbagi ilmu tentang kebaikan vape, tentunya akan sangat berpengaruh baik bagi Vape Scene di Indonesia! . . . Ayo bersama kita menjadi #dutavaper . . . . #APVI - #regrann

Share 2 0